.
Home » , » Cara menular virus HIV yang tidak kita sadari

Cara menular virus HIV yang tidak kita sadari

Miris sekali melihat Indonesia yang katanya negara muslim namun ternyata adalah negara dengan penularan virus HIV/AIDS tercepat di Asia

Cara penularan HIV/AIDS
Cairan tubuh penderita AIDS yang berperan dalam penularan adalah darah, sperma, cairan vagina, dan cairan tubuh lainnya yang tercemar HIV, misalnya air ludah. Cara penularan AIDS terutama melalui:

1. Hubungan seksual, baik dengan sejenis maupun berbeda jenis kelamin yang mengidap virus HIV.
2. Tukar menukar jarum suntik, akupunktur, tato, dan alat cukur yang tercemar virus HIV.
3. Transfusi darah yang tercemar virus HIV.
4. ibu hamil yang kemasukan virus HIV kepada bayi yang di kandungnya.
5. Pertolongan persalinan yang tercemar virus HIV.
AIDS tidak menular karena:
1. Berjabat tangan, bersentuhan dengan badan, pakaian dan barang-barang penderita HIH/AIDS
2. Gigitan serangga atau nyamuk
3. Bercium pipi
4. Makanan dan minuman
5. Hidup serumah dengan penderita, aslakan tidak melekukan hubungan seksual.
6. Berenang bersama-sama dalam satu kolam renang
7. Penderita bersin dan batuk didekat kita.
8. Menggunakan WC yang sama dengan penderita HIV/AIDS
9. Satu kantor atau satu sekolah dan lain-lain.
Namun demikian tetap perlu diwaspadai apabila ada kulit yang terluka dapat menjadi pintu masukknya virus HIV. Masa inkubasi HIV/AIDS
Masa inkubasi adalah jangka waktu setelah terjadinya penularan sampai dengan timbulnya gejala penyakit. Penyakit AIDS mempunya masa inkubasi, yaitu masa tunas virus AIDS (HIV) menjadi AIDS. Ketika mulai masa inkubasi atau mulai terjangkitnya HIV, jumlah sel CD-4 dalam tubuh perlahan-lahan akan berkurang sampai setengahnya. Ini berarti tubuh telah kehilangan setengah dari kekebalannya. Dalam kondisi seperti itu, kekebalan masih berfungsi dan masih dapat bertahan sekitar 9-10 tahun. Namun, setelah 9-10 tahun terinfeksi HIV, jumlah sel CD-4 dalam tubuh akan sangat berkurang sehingga kekebalan tidak berfungsi lagi. Pada saat inilah penderita tersebut menjadi penderita AIDS. Jadi bila seseorang mengidap AIDS berarti ia telah terinfeksi HIV sekitar 9-10 tahun silam (diperkirakan masa paling lama). Dengan demikian masa inkubasi HIV berkisar antara 1-9 tahun atau 1-10 tahun atau lebih. Masa inkubasi ini lebih singkat dari bayi-bayi yang lahir dari ibu yang telah mengalami penularan HIV. Bayi-bayi ini mulai menunjukkan gejala-gejala AIDS pada usia 1 tahun. Siapa saja yang beresiko tinggi tertular HIV/AIDS?
1. Mereka yang melakukan hubungan seksual dengan penderita HIV/AIDS tanpa menggunakan pengaman.
2. Orang yang berhubungan seksual dengan berganti-ganti pasangan yang beresiko seperti pelacur atau homoseksual.
3. Orang yang mendapat transfusi darah yang tercemar virus.
4. Penggunaan alat suntik secara bergantian tanpa melalui sterilisasi.
5. Anak yang lahir dari ibu yang mengidap virus HIV.
6. Orang yang karena pekerjaannya sering berhubungan dengan penderita HIV/AIDS seperti: dokter, bidan, dan sebagainya, karena dikhawatirkan ada luka ditubuhnya. Hal tersebut akan menjadi pintu masuk virus HIV/AIDS


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

10 komentar:

Ambil hak anda untuk berkomentar di blog ini!

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Informasi terupdate - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger